Kesaksian Pribadi Menggunakan Habbatussauda

30 Desember 2005 jam 2.00 malam isteri saya dan tetangga membawa saya ke Rumah Sakit terdekat, kata isteri saya, saya masih bisa berjalan menuju mobil untuk ke RS namun saya tidak ingat sama sekali. Setiba di RS terdekat, melihat kondisi saya yang harus segera dirawat di ICU, secara halus pihak RS menolak. Kemudian mereka memberi masukan untuk membawa saya ke RS besar di Jl. Gatot Subroto, akhirnya isteri dan tetangga membawa saya ke sana.
Saya langsung dirawat di ICU di RS tsb selama 22 hari dan tidak sadarkan diri atau koma. Selama koma isteri tercinta selalu mengoleskan habbatussauda cair di bibir saya dan menggosokannya di tubuh saya. Apabila saya sempat sadar, isteri saya segera meminumkan habbatussauda.
Saya dirawat karena tekanan darah saya sangat tinggi, namun pada saat dilakukan pemeriksaan, Alhamdulillah, pembuluh darah tidak ada yang tersumbat maupun pecah dan organ tubuh saya seperti jantung, ginjal, paru-paru dan otak dalam kondisi normal. Dan pada saat saya muntah atau muntah darah tidak berbau amis. Memang sebelum dirawat, apabila saya merasa kondisi badan kurang sehat saya biasa mengkonsumsi habbatussauda. Bahkan kalau saya dinas keluar kota, isteri saya selalu membekali saya habbats caffe.
Karena saya sudah tidak dirawat di ICU dan dokter-dokter yang merawat saya tidak menemukan penyakit utama yang membuat saya koma 22 hari, akhirnya, tanggal 9 Pebruari 2006 saya kembali ke rumah. Walaupun kondisi saya saat itu belum sepenuhnya sadar dan sehat.
Alhamdulillah, sekeluar dari RS, kondisi pisik dan memori saya kembali sedia kala, teman-teman dan kerabat tidak percaya kalau saya pernah koma 22 hari.
Hingga hari ini saya masih mengkonsumsi habbatussauda produksi habbats dan herbal lainnya. Demikian juga dengan keluarga saya.
Ini semua atas kehendak dan kuasa ALLAH SWT.

Tidak ada komentar: